Travel Time

Di beberapa kesempatan saat lagi ngumpul ama temen-temen, seringkali keluar statement semacam ini, “Gw pengen deh liburan ke luar negri. Tapi, kapan ya?” atau “Bisa ga ya ninggalin kerjaan?”, “Nanti gimana ya kalo gini, nanti gimana kalo gitu” dan sebagainya.
Intinya banyak orang yang merasa mereka butuh liburan secara rutin. Traveling to rejuvenate their body and soul. Tapi kebanyakan terkendala masalah kewajiban mereka terhadap pekerjaan, keluarga dan hal lainnya.
As a single guy, it is easy for me to say, “Go for it!”. Ibaratnya satu-satunya kewajiban gw adalah tanggung jawab pekerjaan. Ditambah anjing gw nanti siapa yang ngerawat. Tapi, above all that, kalo ada niat pasti ada aja jalannya. Itu pepatah yang selalu gw pegang.
Tahun 2011 lalu, gw sempet beruntung bisa traveling ke Eropa selama sebulan. Tapi, faktor keberuntungan ga memegang peranan utama dalam keberhasilan trip itu. Gw udah niatin dari jauh-jauh hari. Yang paling simpel adalah gw mengatur cuti gw untuk diapprove jauh-jauh hari, kerjaan yang menjadi tanggung jawab gw, gw beresin sebelum hari H. Seengganya gw bisa ninggalin tim gw dengan tenang dan terkendali.

What I am trying to say here adalah :
1. There’s more to life than spending it in your cubical most of the time.
2. Kalo lu mau travel, start making plans or even better, go spontaneous.
3. Yang namanya kerjaan ga akan ada abisnya, so why worries?
4. Korporasi manapun, sebaik apapun benefit yang mereka berikan ke karyawannya, tidak akan pernah bisa memenuhi kebutuhan batin kita untuk relaxing dan enjoying life.
5. Life is too short.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s